sahabat, ramadhan tinggal sepenggalan...mari kita merenung sejenak saja
amalan apa yang sudah kita kerjakan di bulan yang penuh keutamaan ini?
apakah sudah terisi dengan sujud-sujud panjang kita disetiap sholat?
apakah sudah terisi dengan tilawah yang tak henti-hentinya terlantun?
apakah sudah terisi dengan mahligai do'a-do'a pengampunan dan pengharapan?
apakah sudah terisi uluran tangan penuh kemurahan pada sesama?
atau kita sering melakukan beragam kegiatan yang melenakan?
bersembunyi dibalik nama 'kesibukan'?
sahur kesiangan, magrib kekenyangan, shodaqoh kelupaan
karena uangnya habis buat ntraktir teman & beli baju lebaran?
Astaghfirullah...
padahal, Rasulullah Saw Bersabda:
"Sungguh telah datang kepadamu bulan
Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah mewajibkan kepadamu
puasa-Nya. Didalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala
pintu neraka dan dibelenggu seluruh syaithan. Padanya ada suatu malam yang
terlebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan
malam itu, maka sesungghnya ia telah dijauhkan dari kebajikan".
"kalau saja umatku mengetahui keutamaan
ramadhan, niscaya mereka mengharapkan 1 tahun penuh dijadikan bulan ramadhan".
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, "Adalah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila masuk pada sepuluh hari
(terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu
istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul
Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya."
(HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).
Mari kita optimalkan amalan ibadah puasa kita di sepuluh hari terakhir ini...
karena Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan,
didalam ampunan ada Ridho-Nya
didalam RidhoNya ada Syurga
dan didalam Syurga ada Pertemuan
denganNya
dan saat bertemu denganNya, ada PUNCAK
KEBAHAGIAAN