Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia

Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia






Forgot login?
No account yet? Register

Buletin

Utama
Kata Mereka

Lembaga

JSP
KORMA
SBM
We have 14 guests online
Members: 213
News: 112
Web Links: 9
Visitors: 531267
Visits today: 21
Visits yesterday: 56
Visits month: 620
Visits total: 19066
Max.monthly visits: 1783
  occurred: 2009-10
Pages this month: 5042
Pages total: 263761
Data since: 2008-12-11
Flag
CountryUnited States
OS
BrowserUnknown robot (identified by crawl)
Totals Top 10
 62 % Internet Explorer 6.0
 9 % Internet Explorer 7.0
 6 % FireFox 3.0.5
 4 % Internet Explorer 5.5
 4 % FireFox 3.0
 3 % FireFox 3.0.10
 3 % FireFox 3.0.1
 3 % Opera 9.80
 3 % FireFox 3.0.6
 3 % FireFox 3.5.3
Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia's Facebook Page

 

Polls

Menurut Anda lebih baik mana?
 

"The best way to predict the future is to create it!"

-Alan Kay-

 

“Yesterday is a history, tomorrow is a mystery, and today is a gift”

(Master Oogway, Kungfu Panda)

 
Seonggok kemanusiaan terkapar.
Siapakah… yang mengaku bertanggung jawab?
Bila semua pihak menghindar,
biarlah saya yang menanggungnya,
semua atau sebagiannya…
(Ust. Rahmat Abdullah)
 

“Setiap tarikan nafas yang dihembuskan,
didalamnya ada ketentuan Allah.
Jangan kosongkan hati dari mengingat Allah,
sebab akan memutuskan muraqabah anda dari hadirat-Nya.
Janganlah keheranan karena terjadinya hal-hal yang mengeruhkan jiwa,
karena itu sudah menjadi sifat dunia selama anda berada didalamnya.”
(Syekh Ahmad Atailah)

 
Perkataan Said bin jubair saat is ditanya, "Siapakah orang yang paling hebat ibadahnya?" Ia menjawab, "Orang yang merasa terluka karena dosa dan jika ia ingat dosanya ia memandang kecil amal perbuatannya." (AzZuhdu, Imam Ahmad, 387)
 
No events

Events Calendar

« < March 2010 > »
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Random Image

Powered by RafCloud 2.0.2
Home
JPRMI Hadir Majukan Pemuda Islam PDF Print E-mail
(2 votes)
Written by junis   
Wednesday, 13 February 2008
Senin, 14 Januari 2008

Pontianak,- Kehadiran Jaringan pemuda dan remaja masjid Indonesia (JPRMI) di Kalimantan Barat diharapakan membawa kemajuan bagi pemuda Islam di Kalimantan Barat. Hal ini diungkapakan Ketua Pimpinan Wilayah, Pramomo Tripambudi SE seusai deklarasi JPRMI Kalbar di halaman Masjid Mujahidin Pontianak. (13/01).

Dijelaskan, JPRMI akan membuat program unggulan yang nantinya sangat bermanfaat bagi kaum muda Islam. Organisasi ini hadir tentu saja untuk meningkatkan da’wah dikalangan remaja dan pemuda dalam rangka penanaman nilai-nilai Islam. Dalam hal ini JPRMI akan membentuk organisasi cabang di setiap kabupaten/ kota di Kalimantan Barat.

Parmono mengatakan pihaknya ingin masjid nantinya menjadi tempat sentral segala aktivitas para pemuda Islam. JPRMI sangat fokus terhadap nasib yang dialami oleh para remaja, dan prihatin dengan nasib sebagian pemuda yang sudah teracuni narkoba serta hal-hal maksiat lainya. “Oleh sebab itu nantinya kedepan JPRMI akan mencoba melakukan pendekatan dengan masyarakat agar kita diterima,” ujar Parmono.

Salah satu program andalan JPRMI adalah sekolah berbasis masjid (Mosque Schooling)6. Program ini nantinya memberikan pengkaderan sekaligus pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pemuda Islam. “Kita akan mencoba menanamkan kewirausahaan kepada pemuda-pemuda yang mungkin tidak dapat melanjutkan sekolah ke tahap yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Pendidikan ini merupakan ciri khas JPRMI dalam melakukan pendekatan dengan para pemuda Islam di Kalimantan Barat. Selain itu nantinya diharapkan dengan adanya sekolah berbasis masjid, pemuda Islam lebih dapat mengerti cara-cara memanajemen hidup dalam diri mereka sehingga nantinya Islam bisa lebih tertanam dengan kokoh. (har)
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Kota&id=149629

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >
 
Joomla Templates by Joomlashack